Postingan

Apa salah mereka?

Gambar
Tiba-tiba teringat mata kuliah  Teori Promosi, Prerilaku, Sosiologi Kesehatan saat semester 1 dulu. Kami mendapat tugas untuk membuat artikel mengenai kondisi lingkungan saat ini, tentunya yang berkaitan dengan kesehatan. Saya pun mengambil tema mengenai disabilitas dan bagaimana lingkungan memperlakukan mereka. Saat itu, saya tinggal di kosan dekat RS rujukan provinsi dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF). Kondisi ini membuat saya sering sekali melihat para disabilitas melintas. Mereka saling membantu sama lain, misalnya mereka yang bisa berjalan normal mendorong kursi roda temannya. Tidak hanya memperhatikan mereka, saya juga melihat reaksi masyarakat sekitar. Baiknya, masyarakat tidak terlalu memberikan perhatian mencolok bagi para penyandang disabilitas tersebut. Saya pun mengamati kondisi lingkungan, seperti jalanan, bangunan, fasilitas umum, dll. Ada beberapa yang sudah ramah difabel, ada pula yang perlu perbaikan. Saya pikir kota ter...

Yang menarik saat mati listrik

Gambar
  Entah kenapa ketika mati listrik -mati lampu- rasanya menentramkan. Alih-alih menggunakan lampu emergency yang terang, kami sekeluarga sengaja berteman sumber cahaya dari  lampu teplok agar suasana makin syahdu.  Apalagi ditambah hujan deras. Paket komplit 😎😎 Dulu, tahun 2000an saat masih ada radio non listrik alias berbaterai, kami sekeluarga tiduran di lantai berjajar (kayak pindang aja) diiringi backsound  siaran radio selama mati listik. Sayangnya, radio tersebut sudah lama rusak 😓 Tidak jauh berbeda dengan dulu. Sekarang pun, ketika mati listrik, kami masih melakukan aktivitas yang sama, tiduran (sudah tidak berjajar yaa) sambil mendengarkan siaran radio. Sedikit berbeda, saat ini radio diputar dari smartphone . Saat tinggal sendiri di kosan pun saya masih setia dengan aktivitas tersebut, tiduran sambil mendengarkan radio. Terkadang, dalam kondisi gelap, saya merenung. Merenung atas semua yang telah terjadi dan apa yang akan saya lakukan di masa mendatang....

Pengusaha, influencer, sosial media, dan pemasaran. Ada apa diantara mereka?

Gambar
Di era serba digital saat ini, siapa sih yang nggak punya media sosial? Pasti kita punya salah satu dari whatsapp, line, instagram, twitter, facebook, youtube, dll. Media sosial ini juga nggak pandang usia, jenis kelamin, ras, negara, pendidikan, atau apapun. Setiap orang berhak dan bisa menggunakan media sosial. Eh ada satu syaratnya, punya akses internet 😆😆😆 Media sosial ini sangat membantu berinteraksi loh. Nggak perlu bertemu bertatap muka, kita bisa tahu kabar dan kondisi teman atau sanak saudara yang jauh di sana. Media sosial juga memudahkan proses pemasaran, baik berupa barang ataupun jasa. Para produsen dapat secara langsung mengiklankan produknya, ataupun tidak langsung melalui orang lain, misalnya influencer . Agar lebih efektif, influencer yang dipilih adalah mereka dengan followers alias pengikut yang nggak sedikit. Selain dari segi jumlah followers , ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan para produsen dalam memilih influencer agar pemasarannya makin sukses. ...

Pindah tangan barang kosan #4

Gambar
Sesuai judulnya yang bagian ke-3, artinya sudah ada dua cerita perjalanan barang kosan. Kisah kali ini tentang lemari pakaian yang penuh drama. Lemari ini dibeli kayaknya tahun kedua ngekos. Sengaja nggak beli di awal karena ditawari lemari mbak kos sebelah kamar yang bakal lulus nggak lama lagi. Nggak mungkin menolak dong, ngapain keluar duit banyak beli baru, keluar uang dan tenaga buat pilih-pilih lemari di tokonya.  Rasanya sabar banget masa itu. Baju udah nggak muat di lemari plastik tapi ditahan nunggu mbaknya wisuda. Sempet ngiri waktu temen kos seangkatan yang beli lemari baru. Jadi rapi kamarnya, baju nggak lusuh, nggak berdebu. Tapi tetep sabar demi duit yang kalo dibandingin beli baru bisa buat makan sebulan. Masa-masa mbaknya skripsian itu mulai seneng. Udah nggak sabar bentar lagi bakal punya lemari baju. Tapi tapi tapi....... tiba-tiba beliau masuk kosan dan bilang kalo mamahnya nyuruh lemarinya dibawa pulang. Ctak!!!! Patah hati seketika. Berbulan-bulan rela baju ump...

Pindah tangan barang kosan #3

Gambar
Dua barang kosan yang sukses dipindahtangankan itu meja kecil dan printer . Satunya dihibahin, satunya dijual. Yang mana tuh? Cek postingan sebelumnya dong~ Barang ketiga yang bikin puyeng adalah rak buku. Seriusan deh, cinta sama rak buku ini. Enteng banget, kuat, sekatnya banyak. Dulu dapet lungsuran mbak kos sebelah kamar. Beli sih tapi harga mahasiswa banget. Banyak temen yang suka juga sama rak ini. Sejujurnya pingin banget dibawa pulang tapi terhalang restu ortu. Ribet bawanya dong ya. Kudu pake pick up , ya kali dipotong-potong. Padahal biaya sewa pick up bisa lebih mahal dibanding beli rak buku baru. Padahal bakal berguna di rumah. (Buku-buku udah berkurang, aslinya penuh, sekuat itu kayunya ) Tiba-tiba kepikiran buat jual ke OLX. Lupa dikasih tau siapa dulu. Sempet mikir bakal susah laku soalnya biasanya pembeli penjual domisili Jabodetabek. Males banget dong kirim-kirim paket. Tapi dicoba dulu deh. Foto barang, tulis deskripsi, pasang iklan. Daaan, nggak perlu waktu lama uda...

Night Market Ngarsopuro Solo

Gambar
Masa pandemi gini baiknya tetep #dirumahaja. Nggak usah pergi kalo nggak mendesak.  Sejak wisuda februari kemarin dan resmi mudik ke kampung halaman bulan maret, sampai detik ini nggak pernah pergi-pergi ke luar kota. Mentok belanja ke pasar atau sekedar beli makanan/ minuman biar refresh. Jadilah jiwa anak kosan menggelora. Jiwa yang wajib keluar tiap hari demi sesuap nasi. Pas banget ini malem minggu, yang biasanya keluar cari makan skalian ngabisin waktu bareng temen kosan pecinta jalan-jalan. Kemana lagi kalo bukan Night Market Ngarsopuro. Lokasi night market  ada di sepanjang jalan yang sengaja ditutup. Hari-hari biasa, arena ini berupa pasar barang antik Pasar Triwindu, kantor kelurahan, sekolah, dan bangunan lain. Khusus sabtu malam alias malam minggu, jalan ini tutup. Ilustrasi night market mirip pasar malem yang jual produksi UMKM tapi nggak ada permainannya, jadi suasana lebih syahdu. Jadi lebih fokus buat nawar harga dong. Kadang, ada live musik dari mahasiswa danu...

Aplikasi belajar daring, siapa yang bisa pakai?

Sering kepikiran tentang aplikasi belajar daring yang sedang hits saat ini. Jelas itu sesuatu yang keren dan hebat, mulai dari foundernya, ITnya, staf pengajarnya, dan staf lainnya. Idenya out of the box banget yang tidak terpikir oleh orang lain. Eh tapi tapi tapi.... kepikiran juga dengan siapa-siapa saja yang bisa akses aplikasi tersebut. Tentu tidak semua orang mampu dan bisa ya. Mampu. Tidak hanya bermodal smartphone, pengguna juga butuh akses internet dan biaya berlangganannya. Mereka yang sehari-hari bekerja berangkat pagi pulang malem tentu lebih memilih uangnya untuk makan keluarga. Bisa. Tidak semua anak dapat paham hanya dengan sekali atau dua kali penjelasan. Banyak dari mereka yang butuh berkali-kali penjelasan dan pengajar nyata di sampingnya. Beda dong ya cara menjelaskan suatu hal secara langsung dan maya? Apalagi untuk anak kecil dan kelas 1 SD yang belajar mengeja? Selanjutnya, apa kabar mereka yang tidak masuk kriteria "mampu" dan "bisa...