Saya tidak pintar memasak, hanya sekedar hobi. Kalau hasilnya enak ya syukur, kalau kurang selera ya tetap dimakan. Paling senang memasak itu kalau ada ibu. Beliau harus menjadi tester . Apapun hasilnya, beliau harus tahu. Bisa dibilang, beliau menjadi saksi dan korban percobaan masakan saya. Saksi dan korban sejak rasa masakan yang masih kurang menyatu dan tekstur yang keras, hingga semuanya selaras di lidah. Cara masak saya pun mengikuti ibu. Sangat sederhana. Hanya menggunakan bumbu-bumbu dasar, yaitu cabai, bawang merah, dan bawang putih. Terkadang menambahkan bahan lain yang sifatnya menyesuaikan jenis makanan, misalnya sop dengan bumbu bawang putih dan merica. Kali ini saya ingin bercerita bahan ajaib yang saya tambahkan agar makanan makin nikmat dan nafsu makan meningkat. Siap-siap berat badan naik, ya. 1. Bawang merah dan bawang putih Seperti yang telah saya tuliskan, kedua bahan ini sifatnya wajib ada stok. Salah satu dari mereka harus ada di setiap masakan. Untuk tumisan, ten...
Yeeee, akhirnya bisa posting lagi setelah vakum cukup lama. Bisa dilihat ya kapan postingan terakhir. Yap kali ini cuma mau cerita dikit tentang apa yang mau ditulis. Sebenernya bingung juga mau ngeshare apa, soalnya lagi nggak punya ide. Tapi, karena pengen publish ya gini deh, tanpa tema banget. Oh iya, cuma mau sedikit pamer sih kalo blog ini baru digarnish ulang (emang makanan). Gimana menurut kalian? Lebih fresh kan? Mau sedikit cerita nih. Juli kemarin aku praktik di RS Karangayar, Surakarta selama empat minggu. Di sana bantu-bantu perawat di bangsal anak sama penyakit dalam pria. Rasanya itu bangga dan bahagia banget deh bisa bantu orang lain, apalagi yang memang lagi butuh bantuan. Meskipun bulan puasa, tapi semangat tetep membara loh haha. Soal buka puasa, dibuat simple aja. Cukup teh hangat sama cemilan apapun yang ada. Habis itu sholat magrib dan go ke tukang jualan sayur depan rumah sakit. Tempatnya mirip angkringan yg banyak ditemui di pinggir jalan. Selesai makan kita...
Sebagai warga negara yang mematuhi aturan, sudah selayaknya kita membayar pajak tepat waktu, termasuk kendaraan bermotor. Pembayaran pajak kendaraan bermotor terdiri dari pajak tahunan dan lima tahunan. Saya terbiasa membayar pajak tahunan di mobil SAMSAT keliling yang beroperasi di CFD. Sedangkan pembayaran pajak lima tahunan hanya bisa dilakukan di kantor SAMSAT pusat karena ada penerbitan plat nomor kendaraan. Bulan September merupakan jatuh tempo pembayaran pajak dan penggantian plat no motor saya. Pada pembayaran kali ini, saya sengaja ingin melakukannya mandiri. Sebelumnya, ibu meminta teman untuk mengurusnya. Saya tidak tahu sama sekali prosesnya sehingga mencari informasi tersebut terlebih dahulu secara online. Setelah yakin ada sedikit gambaran, saya pun bergegas menuju SAMSAT pusat Kabupaten Kebumen. Syarat yang harus dibawa yaitu buku BPKB, STNK, dan EKTP pemilik kendaraan. Sesampainya di sana, begitu memasuki gerbang gedung, bapak petugas langsung mengarahkan say...
Komentar
Posting Komentar