Wah wah wah lama sekali saya tidak menulis cerita atau opini di sini, terakhir tahun 2022. Kemarin siang terlintas untuk cek blog ini setelah mengalami kejadian yg relate dengan postingan terdahulu tentang "jangan membandingkan diri sendiri dg orang lain". Sebenarnya tidak membandingkan, hanya berasa jauh berbeda kelas dan tidak mungkin bisa menyainginya. Setelah kejadian pun, saya tertawa gelitik. Kisah dimulai dengan diutusnya saya sebagai perwakilan jurusan mengikuti lomba English Speech dalam rangka Dies Natalis kampus. Bukan paling pintar, karena masih muda đ Sejak surat edaran muncul, kurang lebih seminggu sebelum lomba, saya sudah mencoba membuat 4 naskah sesuai topik yg akan diundi nanti sebelum lomba dimulai. Setelah itu, saya kirimkan ke rekan selaku dosen Bahasa Inggris untuk dilakukan proofreading . Hanya satu hari, naskah sudah dikirim kembali. Sejak saat itu hingga menjelang lomba, saya berlatih agar sesuai durasi waktu yg ditentukan, 5 menit. Long short sto...
DEATH AND CUTTING FINGER What do you do to show your sadness when one of your family died? Are you sad, crying, or maybe hysterical? It’s different with mountain communities in Papua especially for Dani ethnic in Wamena . They have a unique tradition that we never find it. Do you know what the tradition is? Right, the tradition is cutting finger. If one of their family died, they cut their knuckles. W hy they do it? They believe that the finger is a symbol of togetherness in their life. The fingers work together to build a force, so our hands can be used perfectly. If we lose one of the knuckles, our work doesn’t run maximally. Togetherness in family is like fingers working together. Dani ethnic cut their knuckles in various ways, such as: 1. using a sharp object directly, the tool is usuall...
Anda pasti pernah melihat seseorang yang mirip dengan teman atau saudara sendiri, padahal mereka bukan keluarga bahkan mungkin tidak saling mengenal. Yap, fenomena ini dikenal dengan doppelgänger . Kata yang berasal dari Jerman ini berarti "penampakan atau kembaran dari orang hidup". Menurut Oxford Learner's Dictionaries , doppelgänger berarti "orang lain yang terlihat persis seperti mereka". Mungkin kita sudah mengetahuinya sejak lama, bahkan banyak berita yang menampilkan "kembaran" dari para tokoh nasional. Ada orang yang mirip Sule atau Tukul Arwana, bahkan presiden Joko Widodo. Mereka tidak bermaksud menyamakan diri, memang wajah mereka serupa. Saya jadi berpikir, mungkin saja para stuntman aktor dan aktris hollywood di sana adalah doppelgänger mereka. Ada pendapat yang mengatakan bahwa "kita semua memiliki 7 kembaran di dunia ini". Entah itu suatu fakta atau hanya mitos belaka. Terlepas dari itu, terkadang saya memikirkannya dan men...
huhuhuuuuu... missing you guys...
BalasHapusmiss you too~
BalasHapusLebaran berikutnya ikut ya zah :))