Postingan

Pindah tangan barang kosan #4

Gambar
Sesuai judulnya yang bagian ke-3, artinya sudah ada dua cerita perjalanan barang kosan. Kisah kali ini tentang lemari pakaian yang penuh drama. Lemari ini dibeli kayaknya tahun kedua ngekos. Sengaja nggak beli di awal karena ditawari lemari mbak kos sebelah kamar yang bakal lulus nggak lama lagi. Nggak mungkin menolak dong, ngapain keluar duit banyak beli baru, keluar uang dan tenaga buat pilih-pilih lemari di tokonya.  Rasanya sabar banget masa itu. Baju udah nggak muat di lemari plastik tapi ditahan nunggu mbaknya wisuda. Sempet ngiri waktu temen kos seangkatan yang beli lemari baru. Jadi rapi kamarnya, baju nggak lusuh, nggak berdebu. Tapi tetep sabar demi duit yang kalo dibandingin beli baru bisa buat makan sebulan. Masa-masa mbaknya skripsian itu mulai seneng. Udah nggak sabar bentar lagi bakal punya lemari baju. Tapi tapi tapi....... tiba-tiba beliau masuk kosan dan bilang kalo mamahnya nyuruh lemarinya dibawa pulang. Ctak!!!! Patah hati seketika. Berbulan-bulan rela baju ump...

Pindah tangan barang kosan #3

Gambar
Dua barang kosan yang sukses dipindahtangankan itu meja kecil dan printer . Satunya dihibahin, satunya dijual. Yang mana tuh? Cek postingan sebelumnya dong~ Barang ketiga yang bikin puyeng adalah rak buku. Seriusan deh, cinta sama rak buku ini. Enteng banget, kuat, sekatnya banyak. Dulu dapet lungsuran mbak kos sebelah kamar. Beli sih tapi harga mahasiswa banget. Banyak temen yang suka juga sama rak ini. Sejujurnya pingin banget dibawa pulang tapi terhalang restu ortu. Ribet bawanya dong ya. Kudu pake pick up , ya kali dipotong-potong. Padahal biaya sewa pick up bisa lebih mahal dibanding beli rak buku baru. Padahal bakal berguna di rumah. (Buku-buku udah berkurang, aslinya penuh, sekuat itu kayunya ) Tiba-tiba kepikiran buat jual ke OLX. Lupa dikasih tau siapa dulu. Sempet mikir bakal susah laku soalnya biasanya pembeli penjual domisili Jabodetabek. Males banget dong kirim-kirim paket. Tapi dicoba dulu deh. Foto barang, tulis deskripsi, pasang iklan. Daaan, nggak perlu waktu lama uda...

Night Market Ngarsopuro Solo

Gambar
Masa pandemi gini baiknya tetep #dirumahaja. Nggak usah pergi kalo nggak mendesak.  Sejak wisuda februari kemarin dan resmi mudik ke kampung halaman bulan maret, sampai detik ini nggak pernah pergi-pergi ke luar kota. Mentok belanja ke pasar atau sekedar beli makanan/ minuman biar refresh. Jadilah jiwa anak kosan menggelora. Jiwa yang wajib keluar tiap hari demi sesuap nasi. Pas banget ini malem minggu, yang biasanya keluar cari makan skalian ngabisin waktu bareng temen kosan pecinta jalan-jalan. Kemana lagi kalo bukan Night Market Ngarsopuro. Lokasi night market  ada di sepanjang jalan yang sengaja ditutup. Hari-hari biasa, arena ini berupa pasar barang antik Pasar Triwindu, kantor kelurahan, sekolah, dan bangunan lain. Khusus sabtu malam alias malam minggu, jalan ini tutup. Ilustrasi night market mirip pasar malem yang jual produksi UMKM tapi nggak ada permainannya, jadi suasana lebih syahdu. Jadi lebih fokus buat nawar harga dong. Kadang, ada live musik dari mahasiswa danu...

Aplikasi belajar daring, siapa yang bisa pakai?

Sering kepikiran tentang aplikasi belajar daring yang sedang hits saat ini. Jelas itu sesuatu yang keren dan hebat, mulai dari foundernya, ITnya, staf pengajarnya, dan staf lainnya. Idenya out of the box banget yang tidak terpikir oleh orang lain. Eh tapi tapi tapi.... kepikiran juga dengan siapa-siapa saja yang bisa akses aplikasi tersebut. Tentu tidak semua orang mampu dan bisa ya. Mampu. Tidak hanya bermodal smartphone, pengguna juga butuh akses internet dan biaya berlangganannya. Mereka yang sehari-hari bekerja berangkat pagi pulang malem tentu lebih memilih uangnya untuk makan keluarga. Bisa. Tidak semua anak dapat paham hanya dengan sekali atau dua kali penjelasan. Banyak dari mereka yang butuh berkali-kali penjelasan dan pengajar nyata di sampingnya. Beda dong ya cara menjelaskan suatu hal secara langsung dan maya? Apalagi untuk anak kecil dan kelas 1 SD yang belajar mengeja? Selanjutnya, apa kabar mereka yang tidak masuk kriteria "mampu" dan "bisa...

Dilema metode

Gambar
Kita semua tentu ingin bekerja secara maksimal meskipun dalam keadaan pandemi seperti ini. Setidaknya lebih banyak manfaat dibanding kerugiannya. Ya, itu juga menjadi salah satu yang pernah terlintas di pikiran saya. Bagaimana caranya agar saya bisa mengajar totalitas. Artinya, bagaimana semua mahasiswa bisa mendapat materi, mempelajari, dan memahaminya. Tidak sekedar saya memberi materi ataupun mahasiswa mendapat materi. Di era canggih ini, tentu banyak fasilitas yang memudahkan pekerjaan kita termasuk untuk mengajar. Ada yang berbasis video seperti zoom, webex, google duo, google meet, dll. Ada juga yang sebatas berkirim materi dan chatting melalui whatsapp grup. Perlu diingat juga, semua aplikasi tersebut pasti ada kelebihan dan kekurangannya.  Hampir semua orang pasti lebih memilih aplikasi berbasis video dalam proses pembelajaran. Selain mudah untuk menjelaskan materi, para pengajar juga dapat memantau anak didiknya. Berbeda dengan whatsapp grup yang tidak dapa...

Ide cerita baru

Pernah nggak sih kalian mikir keras sesuatu tapi nggak terjawab tapi ketika nganggur tiba-tiba kepikiran sesuatu dan itu hal yg baik? Saya tipe orang yg begitu. Lebih sering ide atau sesuatu yg baru muncul di saat nganggur, terurama menjelang tidur. Pasti kan ketika kita di kasur, lampu mati, mata merem, tapi belum bisa tidur. Isi kepala entah kemana tiba-tiba jadi pujangga yg terbersit suatu kalimat puitis. Anehnya, ketika bangun besoknya, semua kalimat itu hilang, lupa. Jadi, kalo sewaktu-waktu kejadian begitu, langsung bangun dan nulis di note hp. Beberapa hari yg lalu sempet kepikiran suatu ide. Hal sepele sih tapi biar keren disebut ide. Intinya sy mau cerita tentang "masak" di blog ini. Bukan sembarang cerita. Sy nggak akan buat tutorial masak atau bahkan nulis resepnya. Konsepnya adalah menceritakan pengalaman masak saya, apakah berhasil sesuai resep? Tentu akan saya cantumkan resep rujukannya. Kira-kira resep apa saja ya yg pernah saja coba?

Sombong? Boleh dong!

Gambar
sumber: flaticon.com Sebenernya sombong itu apa sih? Tujuannya untuk apa? Menurut pendapat pribadi, sombong itu menunjukkan ke orang lain tentang diri kita -tentang prestasi kita, kebaikan kita, kelebihan kita, dsb-. Untuk apa? Tentunya agar orang lain tahu keadaan kita tersebut dan mungkin mengharap pujian. Kalo tujuannya seperti di atas, tentu dilarang ya. Kenapa? Karena bisa jadi orang lain yg mengetahuinya akan minder bahkan insecure . Kita tidak tahu kondisi orang lain ya, jadi jangan sama ratakan dengan keadaan kita. Contohnya nih, ada orang yg menunjukkan prestasinya bahwa di usianya yang masih muda dia sudah bisa meraih berbagai prestasi. Ketika ada orang yg melihat atau mendengarkan, tentu dia akan membandingkan dengan dirinya sendiri. Dia mencari apa saja prestasi yg telah diraihnya selama ini. Jika tidak lebih hebat, tentu akan merasa rendah diri dan merasa gagal. Padahal bisa saja kondisinya memang tidak mendukung. Dia sudah berusaha maksimal namun lingk...