Postingan

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Buat apa?

Gambar
Rasanya pasti kita semua pernah, bahkan sering membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Biasanya objek yang menjadi perbandingan adalah saudara kandung, teman, sahabat, siapapun. Pernahkah juga kita berpikir akibat dari hasil perbandingan itu? Maksudnya, apakah kita semakin termotivasi jika ternyata mereka memang lebih baik? Ataupun sebaliknya jika ternyata kita merasa jauh lebih baik dibanding mereka. Saya pernah dalam posisi seperti ini, membandingkan sendiri dengan orang lain. Sebagai perempuan, saya merasa wajar jika lebih mengedepankan emosi, termasuk aktivitas yang satu ini. Seingat saya, semua aspek yang ada di tubuh manusia menjadi dasar perbandingan, mulai dari segi fisik, pendidikan, latar belakang, agama, hingga sosial ekonomi. Hasilnya, saya kalah dari semua aspek tersebut. Selanjutnya? Tentu hari-hari terasa hampa, waktu berjalan lama, emosi diluapkan ke sekitar, apatis alias cuek. Tapi sekarang, saya malah tertawa ketika ingat kejadian ini. Ah, lebay...

Study From Home

Gambar
Masih berkaitan dengan kondisi saat ini, tentunya tidak hanya pekerja yang harus WFH alias work from home, para pelajar juga harus belajar dari rumah alias Study From Home (SWH). Mungkin kita berpikir bahwa SWH ini hanya akan berdampak bagi pelajarnya saja. Mereka yang tidak punya cukup kuota internet akan ketinggalan informasi dan mereka yang kurang ahli teknologi akan kesulitan mengakses informasi. Penerapan SWH yang terlalu lama pun bisa membuat mereka jenuh karena hanya di rumah saja (wajar ya terutama anak-anak yang lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah bersama temannya). Peran orang tua juga berpengaruh dalam SWH ini. Mereka yang kurang menguasai teknologi akan kesusahan terutama wali murid anak sekolah dasar dimana peran orang tua lebih besar pada tugas anaknya. Orang tua yang sibuk bekerja pun merasa susah membagi tugas antar pekerjaanya sendiri, mengurus rumah tangga, dan masih harus mengajari anak-anak mereka belajar. Faktor orang tua yang juga paling berpengaruh...

Work From Home

Gambar
Udah pada tahu kan aturan pemerintah untuk mengurangi pandemi corona yang sedang melanda Indonesia saat ini? Yap, salah satunya adalah Work From Home (WFH) alias kerja dari rumah. Jadi, meskipun di rumah tetep produktif dengan kerjaan sehari-harinya. Enaknya dari WFH yaitu bisa di rumah bareng keluarga, pake daster ataupun kolor, sedia cemilan di meja kerja sambil ngadep laptop. Kuliah online via WAG tanpa perlu keluar rumah ganti baju atau naik motor. Nggap mandi pun oke-oke aja. Hal lain yang paling menguntungkan dari aturan ini adalah bisa cari referensi ketika ada pertanyaan dan belum tau pasti jawabannya. Coba bayangin kalo kejadian ini terjadi ketika tatap muka, kan sungkan kalo kurang menguasai materinya. Tapi apapun itu semua selalu tahap belajar. Pengajar pun masih harus selalu belajar dari yang diajari. Eits, jangan sampai kenyamanan ini membuat kita terlena ya. Maksudnya tetep nyaman tatap muka dan ketemu langsung. Selain lebih enak komunikasinya, silaturahmi kita jug...

Pindah tangan barang kosan #2

Gambar
Seperti kisah sebelumnya yang masih dalam kondisi bersih-bersih kamar kosan. Cerita kali ini tentang si hitam yang setia membantu saya belajar dan mengerjakan segala urusan pengetikan dan percetakan. Gaya belajar saya lebih nyaman membaca print out materi dibanding menatap layar laptop/ hp lama. Mata akan merah dan perih ataupun kasian ke laptop/ hp yang akan ditinggal ketiduran 😅 Inilah yang selanjutnya jadi alasan ijin ke bapak untuk beli printer. Alasan lainnya sih karena mager keluar kosan untuk cetak tugas-tugas. Bukan masalah jauhnya tapi karena file yang berubah format ketika dibuka di komputer lain. Sininya sudah totalitas edit font, border, foto, eh ngacak jumpalitan. Jadi wasting time gitu, ceileeeeeh Ada cerita gemes tentang barang satu ini. Jadi kamar kos saya itu deket kamar bapak kos cuma terpisah tembok. Nah sepertinya suara printer terdengar keras. Akibatnya, waktu bayar kosan, si bapak minta tambahan uang kosan. Ya kali pak, ngeprint aja sebulan belum tentu. Kalo...

Pindah tangan barang kosan #1

Gambar
Inget banget dulu beli meja kecil ini sama bapak. Waktu itu bapak ibu ke kosan bawa tv. Nah karena nggak ada tempat narohnya, makanya beli meja ini. Lama-lama fungsi meja ganti jadi tempat kertas-kertas kuliah + tas. Bener-bener sayang bgt sama meja ini ♥️ Kepemilikan berganti setelah bapak menginstruksikan buat menghibahkan/ jual soalnya ribet bawa pulangnya. Pemilik beruntung yaitu si kikipuccino, temen ndopok jaman kuliah yg rumahnya (ngakunya) di Solo. Bawanya mirip kurir jasa angkut yg udah expert kan ya??? Baik-baik ya nak...... Anggap ini kenang-kenangan dariku ya kiki. Semoga awet sampe aku bisa main ke rumah mu 😢💕

Es Kapal

Gambar
Kira-kira apa yang ada di pikiran kalian jika mendengar kalimat "es kapal"? Es yang dibeli di kapal? Es yang bentuk dan tampilannya menyerupai kapal? Pertama kali mendengarnya, saya berimajinasi bahwa es kapal adalah es yang wujudnya seperti kapal, es yang dibentuk meruncing di masing-masing ujungnya. Ada juga pikiran yang terlintas bahwa es kapal hanya es biasa yang dijual oleh suatu tempat makan yang didesain menyerupai kapal atau bertema kapal, seperti bajak laut misalnya. Suatu ketika saya bepergian, saya melintasi sebuah gerobak berwarna biru yang bertuliskan "es kapal". Saat itu sempat terpikir akan es kapal yang selama ini masuk dalam daftar wish list tapi langsung buyar karena pikiran lain datang "apakah sesederhana itu es kapal? bagian mana yang menunjukkan kapal- nya?" Kemudian melintas kembali dan kali ini lebih jeli mengamati gerobaknya. Ternyata benar, itu memang penjual es kapal. Jelas sekali tertulis di plang gerobaknya. Lama setelah k...

Basa-basi penyebab putus silaturahmi

Gambar
Sumber: google.com Mungkin semua orang sudah tahu kalau silaturahmi itu memperpanjang umur atau menambah rezeki . Ya, semua percaya itu. Selanjutnya, kenapa banyak orang enggan datang ke suatu acara yang tujuannya untuk silaturahmi ? Tentunya banyak alasan bagi mereka enggan menghadiri undangan acara tertentu. Secara tersurat, agenda tersebut bertema silaturahmi namun kita tidak dibalik itu semua. Banyak spekulasi tentunya. Kali ini spekulasi berasal dari saudara saya yang enggan menghadiri acara bertema "kumpul keluarga". Ya, seperti pada setiap acara, tentunya ada banyak tujuan lain dibaliknya berdasarkan berbagai sudut pandang. Dia merasa risih di lingkungan keluarga sendiri yang seharusnya menjadi tempat ternyaman. Berbagai pertanyaan kabar dianggapnya hanya basa-basi yang membuat luka di hati. Sebagai orang Jawa tulen, saya paham dengan masyarakat yang hobi berbasa-basi. Pertanyaan "apa kabar" menjadi pembuka obrolan terpopuler di setiap pertemuan....